Trail Of Waving Hearts

Kamis, 17 Juli 2014

Sahabatku Senyumanku

Ini hanyalah sebuah cerita karya salsabila sahwala, apabila ada kesamaan nama atau peristiwa mohon dimaafkan.

Happy Reading... :)


Sahabatku Senyumanku

Terdengar suara mamah yang memanggil Sarah dengan nada kencang. Sesaat itu sarah yang tadinya masih di alam mimpinya terbangun dilihatnya sebuah jam weker bergambar menara Eiffel yang telah menunjukkan pukul 05.10. Ia pun langsung mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu shalat subuh dan segera mandi. Tiga puluh menit kemudian siswa yang sekarang mulai duduk di bangku kelas 4 ini telah rapi terbungkus oleh seragam putih merah dan rambut kuncir kuda. Setelah itu Sarah langsung melahap sarapan buatan mamah yang telah tersedia di meja makan. Setelah melahap sarapan tadi, Sarah yang setengah berlari terburu-buru segera berangkat sekolah dengan ayahnya menaiki motor dengan rasa sedikit cemas karena ia takut tak mendapatkan tempat duduk di barisan paling depan. Sekolah pun sudah ramai oleh para siswa dan juga wali murid yang ikut mengatur tempat duduk untuk para anak anaknya. Setelah memasuki ruang kelas 4 ternyata dugaan Sarah salah, ia berhasil mendapatkan tempat duduk di barisan paling depan, ini bukan karena para siswa datang terlambat tapi sahabat Sarah, Ine telah menyiapkan tempat duduk untuk mereka berdua.
            Upacara bendera dimulai dan upacara berlangsung dengan khidmat. Setelah selesai sesekali Sarah menengok ke barisan di belakan terlihat sesosok siswa perempuan berbaris di barisan kelasnya, entah siapa itu tetapi Sarah tak mengenalnya. Sewaktu pelajaran olahraga, Sarah bermain dengan sahabat sekaligus teman satu bangkunya yaitu Ine. Setelah bermain mereka beristirahat, saat itu sarah mendekati siswa baru itu dan menanyakan namanya “ hai aku Sarah, nama kamu siapa?” tanya sarah sambil ia menawarkan tangannya untuk berjabat tangan, “namaku Nadya” ucapnya lembut, sambil ia menjabat tangan sarah dan mengembangkan senyum yang ada di wajah manisnya itu . Ternyata nama siswa itu adalah nadya, nama yang bagus untuk seorang anak yang cantik, manis dan terlihat lembut. Setelah perkenalan antara Sarah dan Nadya terjadi mereka mengobrol banyak sampai sampai Sarah tak menyadari bahwa di sampingnya  ada Ine yang memperhatikannya, dan Ine merasa bahwa Sarah sengaja tak mengajakna mengobrol karena telah mempunyai teman baru. Tak seperti biasanya Sarah pulang sekolah membonceng Ine dan ibunya, hari ini Sarah pulang dengan Nadya mereka berjalan kaki bersama, karena kebetulan Nadya tinggal di komplek yang sama dan arahnya pun searah dengan kediaman Sarah. Sejak dekat dengan Nadya, Sarah mempunyai hobi baru yaitu bersepeda keliling komplek jika sore hari atau pada minggu pagi bersama Nadya
Hari demi hari sikap Ine berubah, sering sekali ketika Sarah sedang mengkemukakan pendapatnya tiba tiba Ine memotong pembicaraannya dengan nada keras “hei gimana kalo kita berenang di Gor tri sanja terus” belum selesai berbicara tiba-tiba Ine memotong pembicaraan dengan wajah tidak berdosa ia mengatakan “ehh!! Nggak bisa! Hello Gor tri sanja? Enak di Yogya waterboom ada permainannya” ucap Ine dengan nada yang sedikit ngotot dan ia juga melirik ke arah sarah dengan senyuman sinis , dan ine kerap mengikuti gaya dandanan sarah, sewaktu Sarah memotong rambutnya Ine juga memotong rambutnya dengan model yang sama ini membuat Sarah dan Ine menjadi seperti anak kembar, hal ini menyebabkan Sarah geram, sampai sampai waktu itu Sarah ingin mencakar wajah Ine. Lama kelamaan Sarah memilih untuk menjauhi Ine dan berteman dengan Nadya.
            Hari yang ditunggu-tunggu Sarah akhirnya tiba juga, yaitu hari penerimaan raport hasil belajar siswa selama satu semester. Nilai Sarah lah yang nantinya membuat sarah naik ke kelas 5 dengan baik, standar, atau malah buruk hasilnya. Inilah yang ditunggu sarah pembacaan rangking.. “rangking 5 adaalaaahhh Tasyaaaa, rangking 4 adalaaaah Saraaaaaahhh, rangking 3 Vitaaaa, rangking 2 nya ialahhh Riaaaann, dan inilah yang ditunggu tunggu rangking 1 adalah Faresyaaaa” semua wali murid dan murid murid bertepuk tangan dan bertriak riuh menyoraki dengan bahagia.
            Sarah naik ke kelas 5 dengan nilai yang memuaskan, dan di kelas 5 sarah tak lagi sebangku dengan Ine lagi tetapi sekarang ia duduk si sebelah Via, awalnya Sarah dan Via diam diaman seperti orang yang tak kenal, tetapi setelah seminggu atau dua minggu Via mampu membuat perut Sarah sakit karena lelucon dan tingkahnya yang kocak seperti saat Via melemparkan tali sapu dan menyangkut di rambut kribo Nina. Duduk di samping Via membuat sarah mempunyai sahabat yang lebih banyak, karena ia bisa lebih dekat dengan Nadya, Via dan Indreas. Awalnya hanya sebatas sekelompok dengan Nadya, Via dan Indreas. Tetapi pada akhirnyaIndreas yang sudah bersahabat terlebih dahulu dengan Via dan Nadya, sekarang ia juga bersahabat dengan Sarah, dan Sarah pun bersahabat dengan Via dan Nadya.
Bhineka Tunggal Ikka! Itulah yang kata yang pantas untuk persahabatan mereka ber 4 meskipun dari daerah yang berbeda, dan sifat mereka yang berbeda beda yaitu Sarah itu labil, kadang tomboy, kadang feminin, kadang alay lebay, kadang juga pemarah, kadang juga pendiam. Nadya feminin, lembut , dewasa sehingga sarah biasa bercurhat curhat ria bersamanya. Via tomboy! Mungkin baginya tak ada kata bandana dalam kamus hidupnya!, Indrea dia pemimpin bagi para sahabatnya sifat kepemimpinannya telah terlihat, dia tegas. Tetapi untuk kelemahannya di penakut, dia juga takut terhadap ondel ondel!
Sampai pada akhirnya, sebelum pembagian raport kelas 5, sekolah mengadakan perpisahan sekolah untuk para siswa kelas 6 yaitu kakak kelas Sarah cs. Sarah cs menampilkan nyanyian dari lagu yang telah dipopulerkan oleh band Vierra. Penampilan mereka disambut riuh dan tepuk tangan oleh para siswa siswi, guru maupun para wali murid. Dan ini waktunya pembacaan rangking yang ditunggu tunggu kembali oleh Sarah. Pembacaan rangking ini dibacakan oleh bapak kepala sekolah karena ini dilakukan di atas panggung bukan di dalam ruang kelas.” Untuk kelas 5 rangking 3 Tasya Nabila,  rangking 2 Sarah Azzillea, rangking 1 ialaaah Vita Ardianaaa” setelah itu Sarah dan yang lainnya diberi sebuah map yang berisi piagam dan uang di dalamnya, ketika turun dari panggung rasa haru, senang tercampur jadi satu. Uang yang dari hasil prestasinya digunakannya untuk mentraktir sahabat sahabatnya makan ice cream. Setelah mamah mengambil raport Sarah, ia dan mamahnya pulang dengan berjalan kaki bersama Nadya dan ibunya.
Dan suatu hari ibu Nadya memberitahukan kepada mamah sarah bahwa nadya akan pindah ke kota asalnya yaitu Cilacap. Sebagai bentuk kenang kenangan dari Nadya, Nadya memberikan sebuah kalung mutiara kesayangannya, yaitu kalung mutiara berwarna krem yang diberikan nenek kepada Nadya. Sedangkan Sarah juga memberikan sebuah dress berwarna pink dan bergambar tokoh Tinkerbelle. Sebenarnya Sarah sedih sekali bahkan ia sempat menangis tersedu sedu mengingat bahwa sahabatnya pindah ke kota yang jauh. Sedangkan Indrea sang pemimpin masih tak percaya bahwa Nadya akan tega meninggalkannya dan , meninggalkan sahabat terbaikknya, tetapi keputusan yang telah diambil Nadya dan ibunya tak bisa di ubah, keputusan sudah bulat. Saat Nadya sudah di Cilacap, ibu Nadya yang belum menyusul Nadya memberikan foto Nadya, Indreas, Sarah, dan Via.
Lebaran telah tiba, setelah Sarah pulang dari kota asalnya yaitu Brebes, sarah langsung membeli makanan untuk makan siang. Di warung makan sarah bertemu Indreas dan ibunya. Sarah memperbincangkan masalah kepulangan Nadya untuk bersilaturahmi kepada keluarga yang ada di kota Sarah tinggal. Dan begitu mengejutkan bahwa ternyata Nadya akan pulang besok. Malam telah tiba waktunya untuk Sarah tidur karena, ia tak bisa menahan kantuknya itu. Saat sarah tertidur ternyata ada yang menelfon ke rumah Sarah dan kebetulan Sarah sudah tertidur lelap maka ayahnya lah yang mengangkat telfon tersebut, dan ternyata yang menelfon Sarah adalah Nadya. Pagi harinya Sarah terkejut bahwa kata ayahnya tadi malam juga Nadya datang ke rumah Sarah.  Mendengar cerita ayah Sarah bergegas mandi. Setelah mandi ia memilah milih pakaian dan aksesoris yang akan dipakainya, sambil mengaca dan bergaya gaya bak artis cilik yang ada di tv dan berhayal ia sedang ada di sebuah panggung yang megah sedang bernyanyi dan tiba tiba Nadya datang ikut bernyanyi bersamanya. Hayalan Sarah terhenti, rupanya ini karena triakan mamah yang memanggil sarah untuk cepat keluar “Sarah cepet keluar dong! Ayo jangan lelet! Cepet keluar gih, liat tuh siapa yang udah nunggu di depan” pinta mamah. Saat sarah keluar ada sesosok gadis cantik mengenakan dress se-lutut berwarna putih. Dengan rasa terkejut ia berlari kecil menghampiri gadis tersebut dan memanggil nama Nadya dengan suara keras “Nadyaaaa, ahh akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi” kata Sarah dengan cengar cengir. Dan rupanya di luar ada dua orang perempuan yang tak asing bagi sarah memanggil nama nya, sarah pun memanggil mereka“ Indrea! Via!!“. Indrea dan Via pun menoleh kearah Sarah dan Nadya. Mereka pun saling memeluk melepas rindu yang selama ini dipendam. “ aku rindu saat saat seperti ini, saat berkumpul, bermain dan bercengkrama bersama, yang saat ini sulit untuk kita rasakan bersama” guman Sarah
“ Aku sayang kalian. Aku tak ingin kehilangan sahabatku kembali.. I love you.. My best friend”  ucap nadya lirih.
Mereka pun saling berbagi pengalaman, dan mengingat kejadian kejadian manis yang pernah terjadi di dalam persahabatan mereka. Mereka bermain bersama sebelum Nadya kembali untuk pulang ke Cilacap, sebelum bermain Nadya diam diam meletakan sepucuk surat bertuliskan.   “ sahabatku, senyumanku  =)


~ The End J ~

by. salsabila sahwala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar