Ini hanyalah sebuah cerita karya salsabila sahwala, apabila ada kesamaan nama atau peristiwa mohon dimaafkan.
Happy Reading... :)
Sahabatku Senyumanku
Terdengar suara mamah yang
memanggil Sarah dengan nada kencang. Sesaat itu sarah yang tadinya masih di
alam mimpinya terbangun dilihatnya sebuah jam weker bergambar menara Eiffel
yang telah menunjukkan pukul 05.10. Ia pun langsung mengerjakan kewajibannya
sebagai seorang muslim yaitu shalat subuh dan segera mandi. Tiga puluh menit
kemudian siswa yang sekarang mulai duduk di bangku kelas 4 ini telah rapi
terbungkus oleh seragam putih merah dan rambut kuncir kuda. Setelah itu Sarah
langsung melahap sarapan buatan mamah yang telah tersedia di meja makan.
Setelah melahap sarapan tadi, Sarah yang setengah berlari terburu-buru segera
berangkat sekolah dengan ayahnya menaiki motor dengan rasa sedikit cemas karena
ia takut tak mendapatkan tempat duduk di barisan paling depan. Sekolah pun
sudah ramai oleh para siswa dan juga wali murid yang ikut mengatur tempat duduk
untuk para anak anaknya. Setelah memasuki ruang kelas 4 ternyata dugaan Sarah
salah, ia berhasil mendapatkan tempat duduk di barisan paling depan, ini bukan
karena para siswa datang terlambat tapi sahabat Sarah, Ine telah menyiapkan tempat
duduk untuk mereka berdua.
Upacara
bendera dimulai dan upacara berlangsung dengan khidmat. Setelah selesai
sesekali Sarah menengok ke barisan di belakan terlihat sesosok siswa perempuan
berbaris di barisan kelasnya, entah siapa itu tetapi Sarah tak mengenalnya.
Sewaktu pelajaran olahraga, Sarah bermain dengan sahabat sekaligus teman satu bangkunya
yaitu Ine. Setelah bermain mereka beristirahat, saat itu sarah mendekati siswa
baru itu dan menanyakan namanya “ hai aku Sarah, nama kamu siapa?” tanya sarah
sambil ia menawarkan tangannya untuk berjabat tangan, “namaku Nadya” ucapnya
lembut, sambil ia menjabat tangan sarah dan mengembangkan senyum yang ada di
wajah manisnya itu . Ternyata nama siswa itu adalah nadya, nama yang bagus
untuk seorang anak yang cantik, manis dan terlihat lembut. Setelah perkenalan
antara Sarah dan Nadya terjadi mereka mengobrol banyak sampai sampai Sarah tak
menyadari bahwa di sampingnya ada Ine
yang memperhatikannya, dan Ine merasa bahwa Sarah sengaja tak mengajakna
mengobrol karena telah mempunyai teman baru. Tak seperti biasanya Sarah pulang
sekolah membonceng Ine dan ibunya, hari ini Sarah pulang dengan Nadya mereka
berjalan kaki bersama, karena kebetulan Nadya tinggal di komplek yang sama dan
arahnya pun searah dengan kediaman Sarah. Sejak dekat dengan Nadya, Sarah
mempunyai hobi baru yaitu bersepeda keliling komplek jika sore hari atau pada
minggu pagi bersama Nadya
Hari demi hari sikap Ine
berubah, sering sekali ketika Sarah sedang mengkemukakan pendapatnya tiba tiba
Ine memotong pembicaraannya dengan nada keras “hei gimana kalo kita berenang di
Gor tri sanja terus” belum selesai berbicara tiba-tiba Ine memotong pembicaraan
dengan wajah tidak berdosa ia mengatakan “ehh!! Nggak bisa! Hello Gor tri
sanja? Enak di Yogya waterboom ada permainannya” ucap Ine dengan nada yang
sedikit ngotot dan ia juga melirik ke arah sarah dengan senyuman sinis , dan
ine kerap mengikuti gaya dandanan sarah, sewaktu Sarah memotong rambutnya Ine
juga memotong rambutnya dengan model yang sama ini membuat Sarah dan Ine
menjadi seperti anak kembar, hal ini menyebabkan Sarah geram, sampai sampai
waktu itu Sarah ingin mencakar wajah Ine. Lama kelamaan Sarah memilih untuk
menjauhi Ine dan berteman dengan Nadya.
Hari
yang ditunggu-tunggu Sarah akhirnya tiba juga, yaitu hari penerimaan raport
hasil belajar siswa selama satu semester. Nilai Sarah lah yang nantinya membuat
sarah naik ke kelas 5 dengan baik, standar, atau malah buruk hasilnya. Inilah
yang ditunggu sarah pembacaan rangking.. “rangking 5 adaalaaahhh Tasyaaaa,
rangking 4 adalaaaah Saraaaaaahhh, rangking 3 Vitaaaa, rangking 2 nya ialahhh Riaaaann,
dan inilah yang ditunggu tunggu rangking 1 adalah Faresyaaaa” semua wali murid
dan murid murid bertepuk tangan dan bertriak riuh menyoraki dengan bahagia.
Sarah
naik ke kelas 5 dengan nilai yang memuaskan, dan di kelas 5 sarah tak lagi sebangku
dengan Ine lagi tetapi sekarang ia duduk si sebelah Via, awalnya Sarah dan Via
diam diaman seperti orang yang tak kenal, tetapi setelah seminggu atau dua
minggu Via mampu membuat perut Sarah sakit karena lelucon dan tingkahnya yang
kocak seperti saat Via melemparkan tali sapu dan menyangkut di rambut kribo
Nina. Duduk di samping Via membuat sarah mempunyai sahabat yang lebih banyak,
karena ia bisa lebih dekat dengan Nadya, Via dan Indreas. Awalnya hanya sebatas
sekelompok dengan Nadya, Via dan Indreas. Tetapi pada akhirnyaIndreas yang
sudah bersahabat terlebih dahulu dengan Via dan Nadya, sekarang ia juga
bersahabat dengan Sarah, dan Sarah pun bersahabat dengan Via dan Nadya.
Bhineka Tunggal Ikka! Itulah
yang kata yang pantas untuk persahabatan mereka ber 4 meskipun dari daerah yang
berbeda, dan sifat mereka yang berbeda beda yaitu Sarah itu labil, kadang
tomboy, kadang feminin, kadang alay lebay, kadang juga pemarah, kadang juga
pendiam. Nadya feminin, lembut , dewasa sehingga sarah biasa bercurhat curhat
ria bersamanya. Via tomboy! Mungkin baginya tak ada kata bandana dalam kamus
hidupnya!, Indrea dia pemimpin bagi para sahabatnya sifat kepemimpinannya telah
terlihat, dia tegas. Tetapi untuk kelemahannya di penakut, dia juga takut
terhadap ondel ondel!
Sampai pada akhirnya,
sebelum pembagian raport kelas 5, sekolah mengadakan perpisahan sekolah untuk
para siswa kelas 6 yaitu kakak kelas Sarah cs. Sarah cs menampilkan nyanyian
dari lagu yang telah dipopulerkan oleh band Vierra. Penampilan mereka disambut
riuh dan tepuk tangan oleh para siswa siswi, guru maupun para wali murid. Dan
ini waktunya pembacaan rangking yang ditunggu tunggu kembali oleh Sarah.
Pembacaan rangking ini dibacakan oleh bapak kepala sekolah karena ini dilakukan
di atas panggung bukan di dalam ruang kelas.” Untuk kelas 5 rangking 3 Tasya
Nabila, rangking 2 Sarah Azzillea, rangking
1 ialaaah Vita Ardianaaa” setelah itu Sarah dan yang lainnya diberi sebuah map
yang berisi piagam dan uang di dalamnya, ketika turun dari panggung rasa haru,
senang tercampur jadi satu. Uang yang dari hasil prestasinya digunakannya untuk
mentraktir sahabat sahabatnya makan ice
cream. Setelah mamah mengambil raport Sarah, ia dan mamahnya pulang dengan
berjalan kaki bersama Nadya dan ibunya.
Dan suatu hari ibu Nadya
memberitahukan kepada mamah sarah bahwa nadya akan pindah ke kota asalnya yaitu
Cilacap. Sebagai bentuk kenang kenangan dari Nadya, Nadya memberikan sebuah
kalung mutiara kesayangannya, yaitu kalung mutiara berwarna krem yang diberikan
nenek kepada Nadya. Sedangkan Sarah juga memberikan sebuah dress berwarna pink
dan bergambar tokoh Tinkerbelle.
Sebenarnya Sarah sedih sekali bahkan ia sempat menangis tersedu sedu mengingat
bahwa sahabatnya pindah ke kota yang jauh. Sedangkan Indrea sang pemimpin masih
tak percaya bahwa Nadya akan tega meninggalkannya dan , meninggalkan sahabat
terbaikknya, tetapi keputusan yang telah diambil Nadya dan ibunya tak bisa di
ubah, keputusan sudah bulat. Saat Nadya sudah di Cilacap, ibu Nadya yang belum
menyusul Nadya memberikan foto Nadya, Indreas, Sarah, dan Via.
Lebaran telah tiba, setelah
Sarah pulang dari kota asalnya yaitu Brebes, sarah langsung membeli makanan
untuk makan siang. Di warung makan sarah bertemu Indreas dan ibunya. Sarah memperbincangkan
masalah kepulangan Nadya untuk bersilaturahmi kepada keluarga yang ada di kota
Sarah tinggal. Dan begitu mengejutkan bahwa ternyata Nadya akan pulang besok.
Malam telah tiba waktunya untuk Sarah tidur karena, ia tak bisa menahan
kantuknya itu. Saat sarah tertidur ternyata ada yang menelfon ke rumah Sarah
dan kebetulan Sarah sudah tertidur lelap maka ayahnya lah yang mengangkat
telfon tersebut, dan ternyata yang menelfon Sarah adalah Nadya. Pagi harinya Sarah
terkejut bahwa kata ayahnya tadi malam juga Nadya datang ke rumah Sarah. Mendengar cerita ayah Sarah bergegas mandi.
Setelah mandi ia memilah milih pakaian dan aksesoris yang akan dipakainya,
sambil mengaca dan bergaya gaya bak artis cilik yang ada di tv dan berhayal ia
sedang ada di sebuah panggung yang megah sedang bernyanyi dan tiba tiba Nadya
datang ikut bernyanyi bersamanya. Hayalan Sarah terhenti, rupanya ini karena
triakan mamah yang memanggil sarah untuk cepat keluar “Sarah cepet keluar dong!
Ayo jangan lelet! Cepet keluar gih, liat tuh siapa yang udah nunggu di depan”
pinta mamah. Saat sarah keluar ada sesosok gadis cantik mengenakan dress
se-lutut berwarna putih. Dengan rasa terkejut ia berlari kecil menghampiri
gadis tersebut dan memanggil nama Nadya dengan suara keras “Nadyaaaa, ahh
akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi” kata Sarah dengan cengar cengir. Dan
rupanya di luar ada dua orang perempuan yang tak asing bagi sarah memanggil
nama nya, sarah pun memanggil mereka“ Indrea! Via!!“. Indrea dan Via pun
menoleh kearah Sarah dan Nadya. Mereka pun saling memeluk melepas rindu yang
selama ini dipendam. “ aku rindu saat saat seperti ini, saat berkumpul, bermain
dan bercengkrama bersama, yang saat ini sulit untuk kita rasakan bersama” guman
Sarah
“ Aku sayang kalian. Aku tak ingin kehilangan sahabatku
kembali.. I love you.. My best friend”
ucap nadya lirih.
Mereka
pun saling berbagi pengalaman, dan mengingat kejadian kejadian manis yang
pernah terjadi di dalam persahabatan mereka. Mereka bermain bersama sebelum
Nadya kembali untuk pulang ke Cilacap, sebelum bermain Nadya diam diam
meletakan sepucuk surat bertuliskan. “
sahabatku, senyumanku =)
~ The End J ~
by. salsabila sahwala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar