Derived from fiction turns into love
Kring kring kring, suara jam beker membangunkan alin, tetapi
alin mematikan jam beker yang telah mengganggu tidur nyenyaknya lalu ia tidur
kembali, seperti biasanya setengah jam setelah jam beker dikamarnya berbunyi ia
terbangun dengan ekspresi kaget.
“Alin ayo nak bangun sudah jam setengah enam, jangan lupa
shalat nak, kamu nggak mau berangkat terlambat kan??”teriak bunda yang sedang
menyiapkan air hangat untuk anak kesayangannya itu. Alin pun bergegas keluar
dari kamarnya dan seperti biasanya ia melihat adik dan ayahnya sedang menonton
televisi bersama. Alin yang lelet dalam hal kegiatan di pagi hari pun mendapat
omelan dari mamahnya karena ia mandi terlalu lama
“alin kamu lagi ngapain sih? Mandi kok kaya bidadari satu
jam sendiri, ayo cepet udah jam setengah tujuh tuh, kamu belum juga makan, ayo
cepet kamu kan lelet kalo makan!! “ omel bunda.
“iya bun bentar”teriak alin dari dalam kamar mandi
Setelah itu ia pun bergegas untuk membereskan bukunya karena
semalam tak ia bereskan itulah salah satu kebiasaan buruk alin dari zaman masih
duduk di sekolah dasar hingga saat ini ia sudah memakai seragam putih abu-abu,
ia pun segera bergegas makan dengan terburu buru.
“ ayok yah berangkat” sambil mengenakan sepatu ia memanggil
ayahnya untuk segera berangkat sekolah
“bun, aku berangkat yah”
“nggak ada yang ketinggalan?? Uang, minum udah belum??
“udah donk bun” sambil menunjukan jempolnya terhadap bunda
tercintanya itu.
Setelah sampai di sekolah ia menyalimi para guru, ia
bergegas memasuki kelas, karena ada pekerjaan rumah yang belum ia selesaikan
Ding dong ding. Bel sekolah menandakan pelajaran hari ini
telah selesai, para siswa pun segera berhamburan keluar kelas untuk segera
pulang ke rumah masing masing. kecuali Alin, alin masih menunggu temannya yang
sedang membereskan buku, karena rencananya ia akan pergi ke salah satu toko
buku di pusat perblanjaan, ia segera memasuki taksi yang sudah tersedia di
depan sekolahnya.
Setelah setengah jam di perjalanan ia pun sampai di tempat
tujuan, setelah ia membayar argo, ia keluar dan segera memasuki pusat perblanjaan
itu, ia segera menaiki eskalator untuk berada di lantai 2 yaitu tempat toko
buku itu berada. Ia memilih milih buku, rencananya ia akan membeli novel yang
berhubungan dengan tempat favoritnya yaitu eiffel, akhirnya ia memilih salah
satu novel yang berada di toko buku tersebut. Setelah membayar novel yang ia
beli, ia segera bergegas pulang karena ia tak mau bunda khawatir karena ia
pulang terlambat, karena alin tak izin terhadap bundanya, bundanya melarang ia
membeli buku seperti novel ataupun komik, karena itu alin menjadi seorang
pelupa, itu alasan alin tak memberi tahu bundanya karena ia tahu jika ia
meminta izin terhadap bundanya pasti tak akan diizinkan ia pergi ke toko buku
itu.
Alin memang gemar membaca ia mampu membaca beratus ratus
halaman novel dalam waktu satu hari, saat ia membaca ada salah satu tokoh yang
namanya seperti kakak kelasnya, karena sepanjang cerita ada nama kakak
kelasnya, ia pun selalu memikirkan kakak kelasnya itu yaitu Andi, lama kelamaan
ia merasa di otaknya selalu dipenuhi dengan bayang bayang kak andi
“ Ya tuhan mengapa aku terus memikirkannya apakah ini yang
namanya cinta?? Oh my god” gerangnya
Setelah menjadi siswa sma selama 6 bulan, ia menjadi sosok
yang terkenal karena di sma itu ada kakak kandungnya yang sudah kelas 9 yaitu
tasya yang menjadi idola adik adik kelas, tasya yang cantik seperti alin
ditambah ia salah satu siswa dengan prestasi yang tinggi di sma tempat alin
bersekolah, ditambah setelah tasya menjadi pacar salah satu anak basket yang
dulu alin sukai. Banyak kakak kelas yang mendekati alin salah satunya kak
dinda, kak dinda kelas 8.A. kak dinda adalah teman satu kelas Kak Andi, tetapi
niatnya untuk mendekati kak Andi lewat kak Dinda tak pernah berhasil karena
gengsinya terlalu besar sampai suatu hari tepatnya tanggal 21 Desember ia
mendapat kabar dari jejaring sosial bahwa kak Andi jadian dengan salah satu
teman satu sekolahnya tetapi beda kelas, mendengar berita itu hati Alin terasa
sakit dan ia mulai putus asa untuk mendekati kak Andi,
“Oh my god, Oh my god gak mungkin argghhh! Fix maksimal
galau bingits!” triaknya sambil menangis sesenggukan
Triakan alin sampai mampu membangunkan kakanya yang sedang
tidur siang
“de, loe kenapa sih, brisik tau ah!!”
“kak Helep emee!!” sambil menganeh anehkan mukannya
“napa sih luh de, a to the neh aneh, a to the lay alay
loee!!, dah ah diem gua mau bobo bobo cantik dulu, jangan brisik lagi ya oke,
kalo brisik gue sumpel luh pake jengkol!!” katanya sambil menutup pintu kamar
alin, sedangkan alin hanya memaju majukan bibirnya sambil menganeh anehkan
mukannya.
Pada suatu hari, sahabatnya yang bernama Dianna meminta Alin
untuk menemani Dianna pergi ke kelas 8.A karena ada urusan dengan kak Andi,
sebenarnya ia ingin menolak, tetapi selama ini Dianna sungguh baik terhadapnya,
jadi mau nggak mau dia harus nganterin Dianna ke kelas kak Andi.
“Kak Andi” panggil dianna
“iya, oh kamu di?” jawab kak andi
Sedangkan alin hanya diam, ia sedang fokus untuk
menghilangkan rasa gugupnya.
setelah urusan dianna dengan kak andi selesai kak dinda dan
kak belin muncul mendatangi alin
“lin, napa lin kok kayanya bete banget sih??” tanya kak
dinda
“aku bosen kak.. kacang kacang sama mereka di belakang”
balas alin
“oh, emang ada urusan apasih dianna sama andi??”
“entah” jawab alin sambil menaikkan pundaknya
“oh iya lin aku pergi dulu ya, aku mau ke kelasnya belin
nih, mau ikut??” tawar kak dinda
“yook ikut aja lin” pinta kak belin
“gag ah kak sebentar lagi paling dianna selesai, entar dia
malah nyariin aku” jawabnya lirih
“oh oke” jawab kak dinda seraya meninggalkan alin
Alin hanya duduk dan menidurkan kepalanya di meja sambil
memandangi kak andi..
“wooiiyy” sapa kak andi
“ah kenapa sih kak” jawab alin ketus
“ah luh dek jutek amat sih, ntar gada yang naksir lhoo..”
“bodo amat”
“eh di, emang temen loe ini selalu jutek begini yakk” tanya
kak andi ke dianna
“gak kok, mungkin dia lagi bete aja” jawab dianna
“huffftt”kata alin
“oyya lin minta nope loe dong” pinta kak andi
“buat apa” kata alin dengan pandangan penuh dengan tanda
tanya
“minta ajaaaaa, pelit amat sih luh! Jadi cewek”kata kak andi
“ah udahlah okee..” kata alin ketus
Setelah memberikan nomor ponselnya, ia bergegas kekelas dan
mengambil tas dan ia segera lari keluar hendak pulang.. diam diam kak andi
memperhatikan tingkah lucu alin dan dia hanya tersenyum senyum.
Lama kelamaan mereka semakin dekat, layaknya sepasang
kekasih tetapi alin hanya menganggap hubungan diantara kak andi dan alin hanya
sebatas kakak dan adik, kerena alin tau kak andi sudah ada yang punya meskipu
hatinya bertolak belakang dengan pendapatnya.
Pada suatu saat ia melihat seorang laki laki melewati
kelasnya, ia begitu mirip kak andi dan kak bintang sahabat kak andi sekaligus
sahabatnya pula. Pada suatu hari kak andi akan mengembalikan flashdisk yang
dipinjamnya dari alin, tetapi saat sampai di dalam kelas alin, alin tak ada di
kelas disitu hanya ada dianna dan della
“ada apa kak??” tanya dianna
“nyari alin” jawab kak andi singkat
“ciee yang nyari alin” triak della
“idih apaan sih??” bela kak andi
“btw aline kemana sih??” tanya kak andi
“alin nya lagi ke belakang kayane kak” jawab dianna
“oh iya wis makasih ya di”ucap kak andi sambil keluar
ruangan
“iya kak”balas dianna
“eh di, alin sama kak andi itu pacaran gak sih sebenere??”
tanya della heran
“enggak” jawab dianna cuek
Setelah dua menit kemudian alin masuk ke kelas
“lah lin tadi kak andi kesini lho nyariin kamu dia kayane
buru buru sambil megang flashdisk, kaya flashdisk kamu gituu” jelas dianna
“laaah terus kakak aneh itu kemana??” tanya alin
“barusan pergi, nyari kamu kayane, lah kamu gak ketemu??”
tanya dianna heran
“gak di!!” jawab alin seraya pergi meninggalkan dianna dan
della
Alin pun pergi mencari cari kak andi satu sekolah sudah ia
kelilingi tapi tak ketemu juga, pada saat di lapangan basket ada seorang laki
laki seperti kak andi sedang duduk di bangku penonton
“kak andi!!” triak alin
“andi??”
“oh maaf bukan kak andi yah?? Maaf kak soalnya mirip kak
andi banget! Maaf kak aduuh aku maluu” kata alin sambil malu malu
“nyantai, de ga papa kok, kenalin aku azhil kamu pasti alin
kan” kata kak azhil
“oh kak azhil toh, kok tau nama aku alin kak?” ya, ya banyak
yang ceritain kamu
“aduh aku terkenal ya.. hahahahh” canda alin sambil
menampilkan senyum terbaiknya yang manis itu
“oh iya kak aku balik dulu ya” sambil menunjukan jari
telunjuknya kearah belakang
“oke” kata kak azhil
Sampainya dirumah, alin langsung bergegas mencuci tangan dan
kakinya dan pergi ke kamar ia langsung merebahkan badannya ke kasur,
“wkwk dia mirip banget sama kak andi :D” sambil menguap ia
pun tertidur pulas
Esok harinya setelah pulang sekolah ia mencari kak bintang,
tetapi nasib yang malah mempertemukannya kepada kak azhil
“kak bintaaaaang!!” triak alin
“aku azhil dek” jawabnya singkat
“kak azhil?? Yah aku salah lagi dong “ sambil memajukan bibirnya
“gapapa kali dek” kata kak azhil menenangkan alin
“btw kak, kakak kan udah tau nama aku, panggil aku alin aja
deeh kak” kata alin
“oke, oh iya aku minta nope kamu dong fb, twitter, insta,
line whatsApp”
“banyak amet”tanya alin sambil mlongo
“haha ayok cepet” kata kak azhil sambil membesarkan matanya
“iyaiyaah”kata alin
Semakin hari, ia semakin dekat dengan kak azhil, pada suatu
hari kak azhil menitipkan surat pada kak bintang untuk diberikan ke alin, pada
waktu pulang sekolah kak bintang sudah menunggu di pintu kelas alin, alin pun
bergegas menghampiri kak bintang, kak bintangpun memberikan sebuah surat lalu
pergi, satu kelas pun menyoraki alin
“Ciiiieeeeehh Alin dapet surat dari kak bintang, kak bintang
udah punya pacar kakak kelas 12 lhoo” kata della
“iya aku tau” jawab alin cuek
“cie dari kak azhil nih ye” kata dianna dari belakang
“ssssttt diem song di..” pinta alin
“Tapi ntar aku boleh liat yaa”kata dianna
“ah enggak ah kamu tuh ya di, pengen tau urusan orang aja”
tolak alin
“ah alin begitu” kata dianna sambil memajukan bibirnya
“iya iya ah di, ga usah bimoli gituh dong di”jawab alin
“janji lho lin” katanya
“iyaa” jawabnya singkat
Setelah semua sudah keluar kelas, suasana menjadi hening
hanya ada alin dan dianna
“lin buka dong suratnya, aku penasaran nih” pinta dianna
“enggak ah”tolak alin
“ah alin boong”kata dianna lirih
“iya lin aku buka gak sabar amet sih, jangan ngambek dong”
kata alin menenangkan dianna
“okk” kata dianna bersemangat
Mereka pun membuka surat yang dilapisi amplop bewarna pink
itu
Amplop itu berisi
“alin aku mohon kamu temui aku di tempat kita pertama ketemu
yah okk, kalo kamu gak dateng aku kecewa sama kamu alin..
Salam
Kak Azhil
“yoh lin kesana gih aku tungguin kamu kok, kita pulang
bareng kan?? Tanya dianna
“iya kita pulang bareng, kamu yakin aku harus kesana??”
tanya alin gak yakin
“ya lin daripada entar kak azhil kecewa coba??” kata dianna
berusaha meyakinkan alin
“okk aku kesana doeloe eeeaahh” kata alin alay seraya
membuka pintu kelas
“iya cepet sana gih lari kalo perlu” teria dianna
Sesampainya di lapangan basket yaitu tempat pertama kalinya
alin bertemu dengan kak azhil. Alin melihat ada seorang laki laki mirip dengan
kak andi.
“Kak Azhiiiiil” teriak alin
“kamu gak salah lagi ya manggil aku” celoteh kak Azhil pada alin
“oh iya kak ada apa??” tanya alin
“aku mau ngomong serius sama kamu lin” omongnya sambil
menatap dalam dalam mata alin
“ngomong apa kak??” tanya alin heran tak mengerti
“aku sayang kamu lin, kamu mau gak jadi pacar aku??” tanya
kak Azhil serius
Suasana pun berubah menjadi hening
“kalo kamu nolak juga gak papa kok, perasaan kan gak bisa
dipaksain” katanya lirih sambil berjalan meninggalkan alin
“Kak tungguu!!”cegah alin
“kak aku mau kok kak, aku juga sayang kakak” kata alin
THE END
by. salsabila sahwala