Pagi
telah tiba, Jam beker bergambar mickey mouse itu pun berbunyi seolah ingin
membangunkan nadin dari tidurnya, tetapi bukannya bangun, nadin malah mematikan
jam bekernya lalu tidur kembali, pada saat jam setengah enam ia belum bangun
juga, akhirnya mamah nadin terpaksa harus turun tangan membangunkan nadin dari
tidurnya yang pulas.
“Nadiiinnn bangun nakk!!” triak mamah
nadin yang sedang membangunkan nadin
“apaan sih mah, inikan masih”
“masih pagi??!! Katamu??!!, ini sudah
jam setengah enam nakk!!, dan hari ini hari pertamamu masuk sekolah kan..!!”
“ ho iyah!, aku lupa”
Nadin
pun langsung bergegas lari menuju kamar mandi. Mamah yang hanya berdiri di
pintu kamar nadin hanya bisa tersenyum-senyum melihat tingkah anak satu
satunya..
Setelah mandi nadin mengambil peralatan MoS nya karena ini hari pertamanya ia
masuk ke sekolah barunya yaitu SMP Tunas Bangsa, setelah itu ia pun bergegas
menuju meja makan untuk sarapan bersama mamah dan papahnya. Akhirnya nadin pun
selesai sarapan.
“SELESSSSAAAII!!” gumannya
“ayo pah, berangkat ayo ayo!!”
“iya iya, ayo nadin”
Papah
pun membukakan pintu mobil untuk dinaiki nadin, dan papah yang menyupirnya.
“akhirnya sampai juga, pah, nadin masuk
ke sekolah dulu yah!”
“iya nak, hati hati yah, jangan nakal
nadin”
“okkee pah” sambil mengacungkan
jempolnya
Nadin
pun keluar dari mobil dan masuk ke gerbang sekolah, iya menyalami satu persatu
guru yang sedang berjajar untuk menunggu murid muridnya. Nadin mencari cari
kelas 7c karena itu adalah kelasnya.
“nah, ini dia kelas 7c!”
Nadin
mencari tempat duduk yang menurutnya itu enak untuk belajar, dan ia menemukan
meja nomor dua di depan meja guru. Di pagi itu suasana di sekolah sangat ramai,
begitu pun dengan kelas nadin. Nadin pun mencoba untuk berkenalan meskipun
awalnya malu malu, ia mencoba berkenalan dengan salah satu murid perempuan ia
duduk di sebelah nadin.
“hai! Namamu siapa?”
“namaku Rara, kamu?”
“aku nadin, salam kenal ya.”
Setelah
sudah seminggu berada di sekolah barunya, ia pun mulai mempunyai banyak teman
teman, mulai dari teman satu kelasnya hingga teman dari kelas kelas lainnya.
Beberapa
bulan pun telah berlalu, nadin mulai mengenal apa itu yang namanya CINTA, pada
suatu hari, nadin pulang sendirian menggunakan sepeda, sesampainya ia di
gerbang sekolah ia di cegat oleh sesorang yang ternyata itu kakak kelas 8b, ia
bernama Rino, hati nadin pun mendadak berdegub sangat kencang, ia sangat takut
ia langsung berfikir dan mengingat ingat apa kesalahannya sehingga dia cegat
oleh kapten tim basket sekolahnya yang sangat di sukai oleh anak anak perempuan
di SMP Tunas Bangsa.
“ada apa ya kak” ucap nadin dengan penuh
kecemasan.
“nggak ada apa apa kok, oh iya kamu mau
nggak pulang bareng aku, kita bareng pake sepeda”
“aku? Bareng sama kakak?, gak salah? Aku
gak mimpi kan?” gumannya sambil mengrenyitkan alisnya
“ya gak lah..” sambil mencubit pipi
nadin
“Kenapa nyubit nyubit segala sih! Kan sakit”
“sakit ya? Berarti bukan mimpi kan? Ah yaudah
kelamaan ayo pulang” ia mengajak nadin
Di
jalan mereka pun bercanda tawa, dan sebelum pulang mereka mampir ke sebuah
taman yang cantik.
“kak kita kok gak pulang” nadin
kebingungan
“ya, mampir dulu napa?? Aku pengin
cerita cerita sama kamu dulu”
“hah? Cerita apa?”
Mereka
pun bercerita, tentang pengalaman pengalaman mereka...
“kak kenapa harus aku yang kakak ajak
buat cerita cerita di taman yang indah kaya gini?”
“kenapa ya?? Aku bingung” balas rino
“ah kakak..” nadin memasang wajah
cemberut
“din, kamu mau tau nggak, tau apa
rahasia aku selama ini?”
“kakak?? Rahasia kok di umbar privasi
kalii..”
“nadiin ya udah tinggal jawab mau apa
enggak apa susahnya sih”
“iya iya kak, ternyata kak rino yang
selama ini sikap nya cool kalo di sekolah bawel juga ya kak hehehe,,”
“ih, kamu kok jadi ngomongin aku, ayo
mau apa enggak??”
“iya deh aku mau mau” gumannya
“aku tuh ya sebenernya kalo istirahat
atau misalnya kamu lagi pelajaran olahraga, aku suka perhatiin kamu dari jauh
lho..”
“oh iya” balas nadin
“iya serius, nadin” rino memasang wajah
serius
Waktu
demi waktu berlalu, nadin dan rino semakin dekat, satu sekolah pada kebingungan
ada apakah di antara, nadin dan rino, nama nadin pun makin populer baik untuk
kelas 7, maupun kelas 8 dan 9, pada suatu minggu pagi yang cerah, para orang
telah melakukan aktivitas seperti joging dll, sedangkan nadin sedang melakukan
rutinitasnya seperti minggu minggu biasanya, ia masih tidur, sebenarnya ia
telah bangun untuk shalat subuh tetapi ia tidur kembali. Tring tring tring
ponsel nadin berbunyi, nadin pun terbangun oleh suara ponselnya itu, ia
langsung membuka ponselnya dan ada 1 pesan dari rino.
“hah, pesan dari kak rino” nadin keheranan
Nadin
membaca pesan dari rino dalam hati “nadin,
kita ketemuan di caffe biasa yah jam 4 sore oke. Salam manis rino ”
“ada apa ya.. kak rino ngajak ketemuan”
tanya nadin dalam hati
Sore
pun telah tiba, sebentar lagi nadin akan, menemui rino dengan menaiki sepeda
lipat berwana putih kesayangannya itu, nadin pun mengendarai sepedanya dengan
bertanya tanya pada hatinya mengapa rino mengajaknya ketemuan di caffe itu,
karena biasanya kalau rino mengajaknya ketemuan di caffe itu, berarti akan ada
yang pertanyaan yang akan nadin jawab dengan serius, dalam perjalanan jantungnya
mendadak berdegub sangat kencang.
“akhirnya sampai juga” sambil memarkir
sepedannya
Nadin
pun mencari rino yang mungkin terlihat belum datang. Ia pun langsung duduk saja
di tempat ia biasa duduk dengan rino jika mereka sedang berada di caffe itu,
yaitu tempat dekat jendela, alasannya mengapa mereka memilih tempat tersebut
untuk dijadikan sebagai tempat favorite mereka adalah karena mereka dapat
melihat taman yang ada di sebrang caffe tersebut. Dan nadin melihat rino datang
dari jendela yang berada di samping nadin itu.
“nadin udah lama ya” tanya rino
“enggak kok, barusan” jawabnya
Mereka
pun bercerita, bercanda tawa dan saling mencurahkan hatinya masing masing. Setelah
itu nadin pun mengingat tujuannya yaitu ingin menanyakan mengapa rino mengajak
nadin ke tempat ini.
“o iya kak, kaka kenapa ya ngajakin aku
kesini” tanya nadin dengan penuh penasaran
Rino
terdiam sejenak, dan suasana menjadi hening, kemudian rino membalas pertanyaan
yang tadi ditujukan kepadanya.
“o iya, aku sampe lupa, din”
“iya kak? Ada apa?”
“aku mau jujur tentang perasaanku yang
sebenere”
“maksud you??” sambil memajukan bibirnya
“iya, sebenernya..”
“sebenerya apa kaa??”
“se, sebenernya aku suka kamu din”
“apa kak??”
“kurang jelas ya?? Aku suka kamu din,
kamu mau enggak jadi pacarku??”
“gimana ya kak??”
“dari pertama aku liat kamu di sekolah
aku langsung suka sama kamu din, please din, biarin aku jadi bagian di hati
kamu, biarin aku bikin bahagia kamu, bikin kamu selalu tersenyum din, aku
mohon, aku gak bakal bikin kamu kecewa” ucapnya dengan sungguh sungguh
Nadin
yang melihat kesungguhan rino pun tanpak yakin bahwa rino adalah pilihan yang
tepat.
“emmm, gimana ya kak,tapi kak maaf aku gak
bisa..”
“gak papa kok, perasaan emang gak bisa di
paksain” rino menekuk wajahnya
Nadin
tersenyum sambil cekikikan..
“kenapa din, lucu??” tanya rino dengan
penuh keheranan
“iyalah lucu”
“lucu?? Apanya??”
“kak aku kan belom selesai ngomong.. xixixi”
“hah?” sambil mlongo
“iya, maksudku itu maaf ya kak aku gak
bisa nolak kamu kak”
Rino
pun tersenyum sambil mlongo mlongo “nadin seriuss??”
Nadin
menganggu angguk.
“oh iya nadin, mulai sekarang panggil aku rino
aja ya..”
“oke kak, eh maksud aku rino” sambil
mengacungkan jempolnya
Sejak
saat itu semua murid terutama murid perempuan heboh tentang berita tentang
nadin dan rino.
Pada
waktu libur musim panas, rino dan nadin hendak ketemuan di caffe ekspresso,
caffe yang biasa mereka kunjungi bersama, tetapi mereka mendadak membatalkan
pertemuan itu karena, nadin harus menjemput kakanya di bandara, rencananya
kakak nadin akan di sekolahkan di sekolah yang sama dengan nadin, tetapi kakak
nadi kelas 9. Pada sesampainya di rumah nadin langsung curhat kepada kakanya,
ia langsung cerita ini itu sampai larut malam.
“de, kamu itu ga capek apa dari tadi
nyerocos terus, aku mau istirahat, dan besok kita kan harus berangkat sekolah,
tidur gih, ntar kesiangan lhoo..”
“yah kakak aku kan pengin cerita lebih
banyak lagi..”
Keesokan
harinya mereka seperti waktu dulu, kebiasaan mereka saat bersama kembali
terulang yaitu, berebut kamar mandi..
“aku dulu kakak”
“jelas jelas tadi aku yang kesini duluan
adek”
“aku ka..!!”
“aku de!! Ni adek ya ngeyel, kebiasaan
banget kamu de!!”
“kaka ini gak mau ngalah sih!!”
Mereka
pun berebut masuk duluan kedalam mobil
“aku dulu kak”
“akuu”
“ih, kakak aku”
“Laura, ayodong ngalah sama adikmu,
lagian pintu mobilnya kan nggak Cuma satu” jelas papah
“iya iya pah” kata laura dengan memasang
muka cemberut
Sesampainya
di sekolah semua pandangan anak anak hanya tertuju kepada kak laura, dan banyak
juga yang memuji nya.
“dek kamu kelas berapa sih??”
“8b kak”
“oh aku 9e”
“OHH!! Ga tanya tuh” sambil menaikkan
dagunya..
Nadin
pun berfikir bahwa kakanya pasti satu kelas dengan rino.
“pagi anak anak” sapa ibu wali kelas 9e
“pagi bu” semua anak anak menjawab
sapaan dari ibu dewi wali kelas 9e.
“pagi ini kita kedatangan teman baru
lho..” kata ibu dewi
Semua
murid 9e langsung berbisik bisik dan suasana kelas menjadi sedikit gaduh mendadak.
“diam anak anak” tegas ibu dewi, “ayo
silahkan masuk”
“iya bu” jawab laura
“ayo perkenalkan dirimu” suruh ibu dewi
“baik bu, hallo nama saya Laura Frista
Satya, biasa dipanggil laura, saya pindahan dari bandung, salam kenal”
“baik laura, silahkan duduk di sebelah
lia”
“baik bu” laura menurut
Lia
teman sebelah laura bingung sepertinya ia sudah penah mengenal laura, tapi ia
tidak ingat kapan dan dimana, setelah agak lama mengingat ingat, dia ingat
bahwa laura itu sahabat masa kecilnya dulu, dan laura pindah karena mendapatkan
beasiswa sekolah di bandung.
“laura” sapa lia
“iya, ada apa?”
“masih inget aku ga??”
“kamu??”
“iya aku lia”
“lia sahabatku waktu di SD dulu??”
“iya,ra”
“aku seneng banget ketemu kamu..”
“aku juga”
Dengdengdeng
bel istirahat berbunyi dan seluruh siswa langsung berhamburan di luar kelas dan
segera memadati kantin sekolah. Sedangkan laura sedang berbincang bincang
dengan laura, rino pun menghampiri mereka berdua.
“hai~!” sapa rino dengan senyuman
tulusnya
“hai juga” lia menjawab
“bukan buat kamu li!” rino cemberut
“ah rino, udah punya pacar saja tetap
saja begitu” guman lia
“enggak Cuma pengen kenalan aja”
“kan tadi udah perkenalan, ya kan lau??”
“iya”
“lau??” tanya rino terheran heran
“iya lau, masih inget gak ini laura
temen kita waktu SD rin!!”
“laura??!!”
“Rino??, kamu udah agak tinggi ya rin,
gak kaya waktu SD” canda laura
Rino
pun cemberut.
Sejak
ada laura di sekolah rino dan nadin, rino sering membuat kesal nadin, mereka
sering bertengkar, sedangkan rino dan laura semakin lama semakin dekat, itu
yang membuat nadin cemburu terhadap kakanya sendiri, pada saat itu di suatu
hari yang mendung, rino mengajak nadin ketemuan di kantin belakang sekolah,
meskipun sudah tutup, “rin udah
lama ya..?? tadi ban sepedaku bocor di tengah jalan” gumannya
“gak papa kok, din kayanya semakin hari,
kita semakin gak cocok lagi deh din,”
“maksud kamu rin” jawab nadin lirih
“iya, aku mau detik menit dan jam ini
kita putus!!, biar awan awan mendung ini sebagai saksi bahwa kita putus, dan
semoga awan awan ini juga dapat membawa perasaanmu padaku, supaya kamu dapat
melupakan aku” kata riko dengan ekspressi sedih
“tapi rin..”
“udah din, udah hubungan kita cukup
sampe sini”
Lalu
rino pun meninggalkan nadin yang sedang menangis tersedu sedu, dan nadin
berjalan pulang walaupun hujan, dan air matanya bercampur jadi satu dengan air
hujan. Ia pun sangat marah kepada kakanya. Sampai dirumah mamah dan papah yang
sedang khawatir dengan nadin langsung mengintrogasi nadin, dan nadin langsung
pergi ke kamar kakanya karena emosinya sudah sampai ubun ubun dan tak sudah tak
bisa ia bersabar, ia pu melabrak kakanya
“kak, kamu udah puas kak!! Hancurin hubungan
aku sama rino??” nadi emosi dan melampiaskan semua kemarahannya di depan
kakanya
“maksud kamu apa sih de?” aku gak
ngerti.
“semua gara gara kakak!! Aku putus sama
rino gara gara kakak!! Kakak udah ngrusak hubungan aku sama dia!! Sampe sampe
dia gak peduli lagi sama aku dan dia ninggalin aku di tengah tengah hujan yang
deras kak!!”
“dek, aku gak bermaksud” omongan laura
terpotong oleh nadin
“apa?? Gak bermaksud untuk, gak
ngancurin semuanya?? Iya kak?? Tapi semuanya udah berakhir kak!!”
Mamah
dan papah pun langsung menuju TKP untuk memisahkan laura dan nadin yang sedang
bertarung adu mulut sangat hebat!
“sudah sudah nak, redam emosimu!!” mamah
menasehati
“udahlah mah, ujung ujungnya juga mamah
bakalan mbela si tukang PHO itu!!
Nadin
langsung meninggalkan semuanya dan ia berlari menuju kamar DOBRAGGG!! Saking jengkelnya
ia menutup pintu sampai pintunya mengeluarkan suara, lalu ia pun tertidur
pulas, dan ia bermimpi sedang bersama rino, sampai air matanya meleleh, mamah
dan papah pun masuk ke kamarnya dan melihat anaknya sedang tertidur sambil
mengeluarkan air mata.
Beberapa
bulan kemudian nadin pun sudah bisa move on dari rino pada saat itu juga rino
menembak laura menggunakan toa di lapangan, dan laura pun menghampiri, laura
pun menerima rino sebagai kekasihnya, sebenarnya hati nadin terasa sakit terasa
di tusuk tusuk walaupun ia telah move on dari rino, ia pun terasa ditikung oleh
kakanya sendiri, tetapi nadin tetap berusaha tegar.
Sebulan
kemudian ada kapten basket yang baru menggantikan posisi rino yang hendak vokus
untuk UN, dan sang kapten basket yang baru itu bernama bara, ia sama sama kelas
8 seperti nadin, tenyata bera punmenyukai nadin, ia pun mendekati nadin
layaknya rino mendekati nadin dulu, nadin pun lama kelamaan menyukainya, dan
pada suatu hari setelah pulang sekolah bara menyatakan cintanya kepada nadin
dan meminta nadin untuk menerima cintanya dan menerimanya menjadi pacarnya,
kemudian tanpa bimbang nadin mengambil keputusan, untuk menerima bara. Sewaktu sampai
di rumah, nadin menceritakan semua kejadiaan tadi kepada kakaknya, laura, nadin
pun akhirnya meminta maaf kepada laura karena beberapa bulan belakangan nadin
sudah memusuhi laura karena di duga dia adalah PHO dari nadin dan rino, dan
laura pun juga tidak gengsi lagi kepada adiknya untuk meminta maaf juga, dan
keduanya pun saling memaafkan. Dan melihat anaknya akur seperti dulu mamah dan
papah sangat bahagia, dan akhirnya mamah dan papah secara diam diam memeluk kedua
anaknya, dan keluarganya hidup tentram kembali, dan juga laura dan nadin hidup
bahagia bersama kekasihnya masing masing
~SELESAI~
by. Salsabila Sahwala

Tidak ada komentar:
Posting Komentar