Trail Of Waving Hearts

Jumat, 10 Januari 2014

Nadin's Love

Nadin's Love





Pagi telah tiba, Jam beker bergambar mickey mouse itu pun berbunyi seolah ingin membangunkan nadin dari tidurnya, tetapi bukannya bangun, nadin malah mematikan jam bekernya lalu tidur kembali, pada saat jam setengah enam ia belum bangun juga, akhirnya mamah nadin terpaksa harus turun tangan membangunkan nadin dari tidurnya yang pulas.
        “Nadiiinnn bangun nakk!!” triak mamah nadin yang sedang membangunkan nadin
        “apaan sih mah, inikan masih”
        “masih pagi??!! Katamu??!!, ini sudah jam setengah enam nakk!!, dan hari ini hari pertamamu masuk sekolah kan..!!”
        “ ho iyah!, aku lupa”
Nadin pun langsung bergegas lari menuju kamar mandi. Mamah yang hanya berdiri di pintu kamar nadin hanya bisa tersenyum-senyum melihat tingkah anak satu satunya..
        Setelah mandi nadin mengambil peralatan MoS nya karena ini hari pertamanya ia masuk ke sekolah barunya yaitu SMP Tunas Bangsa, setelah itu ia pun bergegas menuju meja makan untuk sarapan bersama mamah dan papahnya. Akhirnya nadin pun selesai sarapan.
        “SELESSSSAAAII!!” gumannya
        “ayo pah, berangkat ayo ayo!!”
        “iya iya, ayo nadin”
Papah pun membukakan pintu mobil untuk dinaiki nadin, dan papah yang menyupirnya.
        “akhirnya sampai juga, pah, nadin masuk ke sekolah dulu yah!”
        “iya nak, hati hati yah, jangan nakal nadin”
        “okkee pah” sambil mengacungkan jempolnya
Nadin pun keluar dari mobil dan masuk ke gerbang sekolah, iya menyalami satu persatu guru yang sedang berjajar untuk menunggu murid muridnya. Nadin mencari cari kelas 7c karena itu adalah kelasnya.
        “nah, ini dia kelas 7c!”
Nadin mencari tempat duduk yang menurutnya itu enak untuk belajar, dan ia menemukan meja nomor dua di depan meja guru. Di pagi itu suasana di sekolah sangat ramai, begitu pun dengan kelas nadin. Nadin pun mencoba untuk berkenalan meskipun awalnya malu malu, ia mencoba berkenalan dengan salah satu murid perempuan ia duduk di sebelah nadin.
        “hai! Namamu siapa?”
        “namaku Rara, kamu?”
        “aku nadin, salam kenal ya.”
Setelah sudah seminggu berada di sekolah barunya, ia pun mulai mempunyai banyak teman teman, mulai dari teman satu kelasnya hingga teman dari kelas kelas lainnya.
Beberapa bulan pun telah berlalu, nadin mulai mengenal apa itu yang namanya CINTA, pada suatu hari, nadin pulang sendirian menggunakan sepeda, sesampainya ia di gerbang sekolah ia di cegat oleh sesorang yang ternyata itu kakak kelas 8b, ia bernama Rino, hati nadin pun mendadak berdegub sangat kencang, ia sangat takut ia langsung berfikir dan mengingat ingat apa kesalahannya sehingga dia cegat oleh kapten tim basket sekolahnya yang sangat di sukai oleh anak anak perempuan di SMP Tunas Bangsa.
        “ada apa ya kak” ucap nadin dengan penuh kecemasan.
        “nggak ada apa apa kok, oh iya kamu mau nggak pulang bareng aku, kita bareng pake sepeda”
        “aku? Bareng sama kakak?, gak salah? Aku gak mimpi kan?” gumannya sambil mengrenyitkan alisnya
        “ya gak lah..” sambil mencubit pipi nadin
        “Kenapa nyubit nyubit segala sih! Kan sakit”
        “sakit ya? Berarti bukan mimpi kan? Ah yaudah kelamaan ayo pulang” ia mengajak nadin
Di jalan mereka pun bercanda tawa, dan sebelum pulang mereka mampir ke sebuah taman yang cantik.
        “kak kita kok gak pulang” nadin kebingungan
        “ya, mampir dulu napa?? Aku pengin cerita cerita sama kamu dulu”
        “hah? Cerita apa?”
Mereka pun bercerita, tentang pengalaman pengalaman mereka...
        “kak kenapa harus aku yang kakak ajak buat cerita cerita di taman yang indah kaya gini?”
        “kenapa ya?? Aku bingung” balas rino
        “ah kakak..” nadin memasang wajah cemberut
        “din, kamu mau tau nggak, tau apa rahasia aku selama ini?”
        “kakak?? Rahasia kok di umbar privasi kalii..”
        “nadiin ya udah tinggal jawab mau apa enggak apa susahnya sih”
        “iya iya kak, ternyata kak rino yang selama ini sikap nya cool kalo di sekolah bawel juga ya kak hehehe,,”
        “ih, kamu kok jadi ngomongin aku, ayo mau apa enggak??”
        “iya deh aku mau mau” gumannya
        “aku tuh ya sebenernya kalo istirahat atau misalnya kamu lagi pelajaran olahraga, aku suka perhatiin kamu dari jauh lho..”
        “oh iya” balas nadin
        “iya serius, nadin” rino memasang wajah serius
Waktu demi waktu berlalu, nadin dan rino semakin dekat, satu sekolah pada kebingungan ada apakah di antara, nadin dan rino, nama nadin pun makin populer baik untuk kelas 7, maupun kelas 8 dan 9, pada suatu minggu pagi yang cerah, para orang telah melakukan aktivitas seperti joging dll, sedangkan nadin sedang melakukan rutinitasnya seperti minggu minggu biasanya, ia masih tidur, sebenarnya ia telah bangun untuk shalat subuh tetapi ia tidur kembali. Tring tring tring ponsel nadin berbunyi, nadin pun terbangun oleh suara ponselnya itu, ia langsung membuka ponselnya dan ada 1 pesan dari rino.
        “hah, pesan dari kak rino” nadin keheranan
Nadin membaca pesan dari rino dalam hati “nadin, kita ketemuan di caffe biasa yah jam 4 sore oke. Salam manis rino
        “ada apa ya.. kak rino ngajak ketemuan” tanya nadin dalam hati
Sore pun telah tiba, sebentar lagi nadin akan, menemui rino dengan menaiki sepeda lipat berwana putih kesayangannya itu, nadin pun mengendarai sepedanya dengan bertanya tanya pada hatinya mengapa rino mengajaknya ketemuan di caffe itu, karena biasanya kalau rino mengajaknya ketemuan di caffe itu, berarti akan ada yang pertanyaan yang akan nadin jawab dengan serius, dalam perjalanan jantungnya mendadak berdegub sangat kencang.
        “akhirnya sampai juga” sambil memarkir sepedannya
Nadin pun mencari rino yang mungkin terlihat belum datang. Ia pun langsung duduk saja di tempat ia biasa duduk dengan rino jika mereka sedang berada di caffe itu, yaitu tempat dekat jendela, alasannya mengapa mereka memilih tempat tersebut untuk dijadikan sebagai tempat favorite mereka adalah karena mereka dapat melihat taman yang ada di sebrang caffe tersebut. Dan nadin melihat rino datang dari jendela yang berada di samping nadin itu.
        “nadin udah lama ya” tanya rino
        “enggak kok, barusan” jawabnya
Mereka pun bercerita, bercanda tawa dan saling mencurahkan hatinya masing masing. Setelah itu nadin pun mengingat tujuannya yaitu ingin menanyakan mengapa rino mengajak nadin ke tempat ini.
        “o iya kak, kaka kenapa ya ngajakin aku kesini” tanya nadin dengan penuh penasaran
Rino terdiam sejenak, dan suasana menjadi hening, kemudian rino membalas pertanyaan yang tadi ditujukan kepadanya.
        “o iya, aku sampe lupa, din”
        “iya kak? Ada apa?”
        “aku mau jujur tentang perasaanku yang sebenere”
        “maksud you??” sambil memajukan bibirnya
        “iya, sebenernya..”
        “sebenerya apa kaa??”
        “se, sebenernya aku suka kamu din”
        “apa kak??”
        “kurang jelas ya?? Aku suka kamu din, kamu mau enggak jadi pacarku??”
        “gimana ya kak??”
        “dari pertama aku liat kamu di sekolah aku langsung suka sama kamu din, please din, biarin aku jadi bagian di hati kamu, biarin aku bikin bahagia kamu, bikin kamu selalu tersenyum din, aku mohon, aku gak bakal bikin kamu kecewa” ucapnya dengan sungguh sungguh
Nadin yang melihat kesungguhan rino pun tanpak yakin bahwa rino adalah pilihan yang tepat.
“emmm, gimana ya kak,tapi kak maaf aku gak bisa..”
“gak papa kok, perasaan emang gak bisa di paksain” rino menekuk wajahnya
Nadin tersenyum sambil cekikikan..
        “kenapa din, lucu??” tanya rino dengan penuh keheranan
        “iyalah lucu”
        “lucu?? Apanya??”
        “kak aku kan belom selesai ngomong.. xixixi”
        “hah?” sambil mlongo
        “iya, maksudku itu maaf ya kak aku gak bisa nolak kamu kak”
Rino pun tersenyum sambil mlongo mlongo “nadin seriuss??”
Nadin menganggu angguk.
“oh iya nadin, mulai sekarang panggil aku rino aja ya..”
“oke kak, eh maksud aku rino” sambil mengacungkan jempolnya
Sejak saat itu semua murid terutama murid perempuan heboh tentang berita tentang nadin dan rino.
Pada waktu libur musim panas, rino dan nadin hendak ketemuan di caffe ekspresso, caffe yang biasa mereka kunjungi bersama, tetapi mereka mendadak membatalkan pertemuan itu karena, nadin harus menjemput kakanya di bandara, rencananya kakak nadin akan di sekolahkan di sekolah yang sama dengan nadin, tetapi kakak nadi kelas 9. Pada sesampainya di rumah nadin langsung curhat kepada kakanya, ia langsung cerita ini itu sampai larut malam.
        “de, kamu itu ga capek apa dari tadi nyerocos terus, aku mau istirahat, dan besok kita kan harus berangkat sekolah, tidur gih, ntar kesiangan lhoo..”
        “yah kakak aku kan pengin cerita lebih banyak lagi..”
Keesokan harinya mereka seperti waktu dulu, kebiasaan mereka saat bersama kembali terulang yaitu, berebut kamar mandi..
        “aku dulu kakak”
        “jelas jelas tadi aku yang kesini duluan adek”
        “aku ka..!!”
        “aku de!! Ni adek ya ngeyel, kebiasaan banget kamu de!!”
        “kaka ini gak mau ngalah sih!!”
Mereka pun berebut masuk duluan kedalam mobil
        “aku dulu kak”
        “akuu”
        “ih, kakak aku”
        “Laura, ayodong ngalah sama adikmu, lagian pintu mobilnya kan nggak Cuma satu” jelas papah
        “iya iya pah” kata laura dengan memasang muka cemberut
Sesampainya di sekolah semua pandangan anak anak hanya tertuju kepada kak laura, dan banyak juga yang memuji nya.
        “dek kamu kelas berapa sih??”
        “8b kak”
        “oh aku 9e”
        “OHH!! Ga tanya tuh” sambil menaikkan dagunya..
Nadin pun berfikir bahwa kakanya pasti satu kelas dengan rino.
        “pagi anak anak” sapa ibu wali kelas 9e
        “pagi bu” semua anak anak menjawab sapaan dari ibu dewi wali kelas 9e.
        “pagi ini kita kedatangan teman baru lho..” kata ibu dewi
Semua murid 9e langsung berbisik bisik dan suasana kelas menjadi sedikit gaduh mendadak.
        “diam anak anak” tegas ibu dewi, “ayo silahkan masuk”
        “iya bu” jawab laura
        “ayo perkenalkan dirimu” suruh ibu dewi
        “baik bu, hallo nama saya Laura Frista Satya, biasa dipanggil laura, saya pindahan dari bandung, salam kenal”
        “baik laura, silahkan duduk di sebelah lia”
        “baik bu” laura menurut
Lia teman sebelah laura bingung sepertinya ia sudah penah mengenal laura, tapi ia tidak ingat kapan dan dimana, setelah agak lama mengingat ingat, dia ingat bahwa laura itu sahabat masa kecilnya dulu, dan laura pindah karena mendapatkan beasiswa sekolah di bandung.
        “laura” sapa lia
        “iya, ada apa?”
        “masih inget aku ga??”
        “kamu??”
        “iya aku lia”
        “lia sahabatku waktu di SD dulu??”
        “iya,ra”
        “aku seneng banget ketemu kamu..”
        “aku juga”
Dengdengdeng bel istirahat berbunyi dan seluruh siswa langsung berhamburan di luar kelas dan segera memadati kantin sekolah. Sedangkan laura sedang berbincang bincang dengan laura, rino pun menghampiri mereka berdua.
        “hai~!” sapa rino dengan senyuman tulusnya
        “hai juga” lia menjawab
        “bukan buat kamu li!” rino cemberut
        “ah rino, udah punya pacar saja tetap saja begitu” guman lia
        “enggak Cuma pengen kenalan aja”
        “kan tadi udah perkenalan, ya kan lau??”
        “iya”
        “lau??” tanya rino terheran heran
        “iya lau, masih inget gak ini laura temen kita waktu SD rin!!”
        “laura??!!”
        “Rino??, kamu udah agak tinggi ya rin, gak kaya waktu SD” canda laura
Rino pun cemberut.
Sejak ada laura di sekolah rino dan nadin, rino sering membuat kesal nadin, mereka sering bertengkar, sedangkan rino dan laura semakin lama semakin dekat, itu yang membuat nadin cemburu terhadap kakanya sendiri, pada saat itu di suatu hari yang mendung, rino mengajak nadin ketemuan di kantin belakang sekolah, meskipun sudah tutup,         “rin udah lama ya..?? tadi ban sepedaku bocor di tengah jalan” gumannya
        “gak papa kok, din kayanya semakin hari, kita semakin gak cocok lagi deh din,”
        “maksud kamu rin” jawab nadin lirih
        “iya, aku mau detik menit dan jam ini kita putus!!, biar awan awan mendung ini sebagai saksi bahwa kita putus, dan semoga awan awan ini juga dapat membawa perasaanmu padaku, supaya kamu dapat melupakan aku” kata riko dengan ekspressi sedih
        “tapi rin..”
        “udah din, udah hubungan kita cukup sampe sini”
Lalu rino pun meninggalkan nadin yang sedang menangis tersedu sedu, dan nadin berjalan pulang walaupun hujan, dan air matanya bercampur jadi satu dengan air hujan. Ia pun sangat marah kepada kakanya. Sampai dirumah mamah dan papah yang sedang khawatir dengan nadin langsung mengintrogasi nadin, dan nadin langsung pergi ke kamar kakanya karena emosinya sudah sampai ubun ubun dan tak sudah tak bisa ia bersabar, ia pu melabrak kakanya
        “kak, kamu udah puas kak!! Hancurin hubungan aku sama rino??” nadi emosi dan melampiaskan semua kemarahannya di depan kakanya
        “maksud kamu apa sih de?” aku gak ngerti.
        “semua gara gara kakak!! Aku putus sama rino gara gara kakak!! Kakak udah ngrusak hubungan aku sama dia!! Sampe sampe dia gak peduli lagi sama aku dan dia ninggalin aku di tengah tengah hujan yang deras kak!!”
        “dek, aku gak bermaksud” omongan laura terpotong oleh nadin
        “apa?? Gak bermaksud untuk, gak ngancurin semuanya?? Iya kak?? Tapi semuanya udah berakhir kak!!”
Mamah dan papah pun langsung menuju TKP untuk memisahkan laura dan nadin yang sedang bertarung adu mulut sangat hebat!
        “sudah sudah nak, redam emosimu!!” mamah menasehati
        “udahlah mah, ujung ujungnya juga mamah bakalan mbela si tukang PHO itu!!
Nadin langsung meninggalkan semuanya dan ia berlari menuju kamar DOBRAGGG!! Saking jengkelnya ia menutup pintu sampai pintunya mengeluarkan suara, lalu ia pun tertidur pulas, dan ia bermimpi sedang bersama rino, sampai air matanya meleleh, mamah dan papah pun masuk ke kamarnya dan melihat anaknya sedang tertidur sambil mengeluarkan air mata.
Beberapa bulan kemudian nadin pun sudah bisa move on dari rino pada saat itu juga rino menembak laura menggunakan toa di lapangan, dan laura pun menghampiri, laura pun menerima rino sebagai kekasihnya, sebenarnya hati nadin terasa sakit terasa di tusuk tusuk walaupun ia telah move on dari rino, ia pun terasa ditikung oleh kakanya sendiri, tetapi nadin tetap berusaha tegar.
Sebulan kemudian ada kapten basket yang baru menggantikan posisi rino yang hendak vokus untuk UN, dan sang kapten basket yang baru itu bernama bara, ia sama sama kelas 8 seperti nadin, tenyata bera punmenyukai nadin, ia pun mendekati nadin layaknya rino mendekati nadin dulu, nadin pun lama kelamaan menyukainya, dan pada suatu hari setelah pulang sekolah bara menyatakan cintanya kepada nadin dan meminta nadin untuk menerima cintanya dan menerimanya menjadi pacarnya, kemudian tanpa bimbang nadin mengambil keputusan, untuk menerima bara. Sewaktu sampai di rumah, nadin menceritakan semua kejadiaan tadi kepada kakaknya, laura, nadin pun akhirnya meminta maaf kepada laura karena beberapa bulan belakangan nadin sudah memusuhi laura karena di duga dia adalah PHO dari nadin dan rino, dan laura pun juga tidak gengsi lagi kepada adiknya untuk meminta maaf juga, dan keduanya pun saling memaafkan. Dan melihat anaknya akur seperti dulu mamah dan papah sangat bahagia, dan akhirnya mamah dan papah secara diam diam memeluk kedua anaknya, dan keluarganya hidup tentram kembali, dan juga laura dan nadin hidup bahagia bersama kekasihnya masing masing
~SELESAI~

by. Salsabila Sahwala


Tidak ada komentar:

Posting Komentar